<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Istirahatku Adalah Syurga</title>
	<atom:link href="http://anggaitudafi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anggaitudafi.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Jan 2011 14:51:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='anggaitudafi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Istirahatku Adalah Syurga</title>
		<link>http://anggaitudafi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://anggaitudafi.wordpress.com/osd.xml" title="Istirahatku Adalah Syurga" />
	<atom:link rel='hub' href='http://anggaitudafi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>REALITAS PELAYANAN MAHASISWA OLEH KM-ITB</title>
		<link>http://anggaitudafi.wordpress.com/2011/01/29/realitas-pelayanan-mahasiswa-oleh-km-itb/</link>
		<comments>http://anggaitudafi.wordpress.com/2011/01/29/realitas-pelayanan-mahasiswa-oleh-km-itb/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2011 14:51:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anggakusnanqodafi</dc:creator>
				<category><![CDATA[KM-ITB]]></category>
		<category><![CDATA[event coordinator]]></category>
		<category><![CDATA[Himpunan]]></category>
		<category><![CDATA[kaderisasi]]></category>
		<category><![CDATA[keprofesian]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[realitas]]></category>
		<category><![CDATA[syukuran wisuda]]></category>
		<category><![CDATA[unit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anggaitudafi.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu fungsi KM ITB adalah fungsi pemenuhan kebutuhan mahasiswa, baik anggota pasif maupun anggota aktif. Pemenuhan kebutuhan ini terkait pelayanan KM ITB terhadap beberapa bidang seperti birokrasi, kesejahteraan, event, bahkan kaderisasi. Berdasarkan objek, maka pelayanan ini dibagi menjadi tiga jenis. Pertama, pelayanan himpunan seperti wisuda, event coordinator, kaderisasi TPB, akses terhadap eksternal ITB, akomodasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anggaitudafi.wordpress.com&amp;blog=13033574&amp;post=32&amp;subd=anggaitudafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu fungsi KM ITB adalah fungsi pemenuhan kebutuhan mahasiswa, baik anggota pasif maupun anggota aktif. Pemenuhan kebutuhan ini terkait pelayanan KM ITB terhadap beberapa bidang seperti birokrasi, kesejahteraan, event, bahkan kaderisasi. Berdasarkan objek, maka pelayanan ini dibagi menjadi tiga jenis. Pertama, pelayanan himpunan seperti wisuda, event coordinator, kaderisasi TPB, akses terhadap eksternal ITB, akomodasi aspirasi, pengabdian masyarakat, keprofesian dan sebagainya. Kedua pelayanan unit seperti penyediaan sekre, SDM, pemenuhan aspirasi, dan penyediaan informasi. Ketiga merupakan pelayanan terhadap mahasiswa langsung diluar lembaga seperti beasiswa, advokasi, akademik dan lain-lain. Namun dalam implementasinya asosiasi terhadap lembaga (terutama himpunan) akan lebih banyak dibanding yang lain. Karena itu pembahasan realitas akan dibahas per point.</p>
<p><strong>Kaderisasi</strong></p>
<p>Kaderisasi di ITB merupakan hal penting. Budaya kaderisasi yang sudah ada sejak dulu sampai sekarang merupakan cerminan betapa kaderisasi harus diperhatikan. Rancangan Umum Kaderisasi (RUK) yang telah disepakati oleh massa kampus merupakan bukti bahwa KM ITB ingin mencetak output terbaik hasil kaderisasi mereka. Namun kenyataannya implementasi RUK hanya sebatas formalitas tanpa mendekati esensi sebenarnya. Selain itu belum semua himpunan memahami peran RUK itu seperti apa, bahkan ada yang masih mempertanyakan fungsi RUK. Padahal RUK harusnya menjadi pegangan yang dapat divariasikan oleh himpunan. Sampai saat ini kaderisasi utama masih dipegang oleh himpunan setelah kaderisasi terpusat (OSKM). Kaderisasi di tiap himpunan sangat kuat tergantung kultur dari masing-masing himpunan. Kaderisasi unit bervariasi tergantung kebutuhan, sehingga tidak terlalu menjadi bagian penting dari keseluruhan proses kaderisasi di KM ITB. Permasalahan terjadi pada pengelolaan TPB setelah OSKM (Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa). Belum adanya bentuk baku yang mendasar dalam pengelolaan TPB serta tarik ulur mengenai siapa yang lebih berhak mengelola TPB menjadi hambatan, ditambah lagi persoalan birokrasi. Seharusnya ini menjadi peluang kemahasiswaan terpusat untuk mengambil alih TPB. Bentuk yang cukup ideal ada pada kaderisasi wilayah yang dipegang oleh fakultas red: himpunan yang terkumpul dalam satu fakultas. Keberjalanan kaderisasi wilayah juga terhambat dikarenakan faktor interhimpunan ataupun eksternal seperti perizinan dekanat. Selain itu pola kaderisasi TPB  diberlakukan pola kaderisasi mandiri dengan menciptakan student government diantara mereka seperti ketua angkatan dan perangkatnya. Namun ini pun masih memiliki titik lemah dimana TPB masih dianaktirikan dalam pemenuhan aspirasi seperti pencabutan hak TPB untuk memilih Presiden ataupun hak mereka untuk bersuara di forum resmi ITB seperti Forsil dan Formas.</p>
<p><strong>Syukuran Wisuda</strong></p>
<p>Pelayanan himpunan lainnya yang cukup besar adalah penyelenggaraan syukuran wisuda. Gelaran empat bulan ITB yang selalu menarik perhatian baik bagi masyarakat ITB maupun masyarakat Bandung sekitar ITB. Pasalnya pengemasan syukuran wisuda di tiap himpunan selalu menampilkan aksi yang menyita perhatian. Permasalahannya adalah ketika pengemasan itu harus bersinggungan dengan kenyamanan orang atau antar himpunan sendiri, maka yang muncul adalah suatu bentuk anarki yang didasari oleh arogansi antar himpunan. KM ITB harus memahami bahwa saat ini mereka menjadi bagian dari masyarakat kota Bandung yang juga harus menjaga ketertiban Kota Bandung. Namun di sisi lain KM ITB pun harus memahami bahwa mereka memiliki potensi luar biasa dalam menampilkan kemasan syukuran wisuda yang baik, aman, dan menarik. Masih banyak himpunan (yang sebenernya permintaan para wisudawan) yang cukup sulit mengatur diri mereka sendiri, bahkan mereka menganggap “pengaturan” yang dimaksud merupakan bentuk pengekangan terhadap kebebasan mahasiswa. Sampai saat ini belum ada kemajuan yang berarti dari pengelolaan syukuran wisuda. Bahkan kemahasiswaan terpusat bisa kehilangan popularitas ketika syukuran wisuda tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh massa himpunan.</p>
<p><strong>Event Coordinator dan Sistem Informasi</strong></p>
<p>Selain dua hal besar diatas, pelayanan KM ITB yang berkaitan dengan himpunan seperti koordinasi acara besar (event coordinator), keprofesian, sistem informasi, dan pengabdian masyarakat.  EC seharusnya dapat menjadi motor utama sinergisasi acara-acara besar di ITB agar menjadi suatu harmonisasi event. KM ITB cukup royal dalam mengadakan acara-acara besar. Kemahasiswaan terpusat saja dapat mengadakan 3 (tiga) perhelatan akbar yang melibatkan dana sekitar ratusan juta tiap mata acara, ratusan panitia, dan puluhan surat perizinan yang harus masuk ke dalam sekertariat SP ITB. Acara himpunan yang juga kadang-kadang melibatkan mahasiswa lain dengan dana yang cukup besar pula, belum lagi acara besar di unit. Disini diperlukan adanya pengaturan baik dari segi SDM (seandainya acara terpusat), alokasi dana, dan juga perizinan pemakaian tempat. Namun bukan berarti mengekang. Yang terjadi saat ini, peran EC hanya sebatas menginformasikan kegiatan tanpa memberi ruang koordinasi yang lebih baik dan efektif. Peran-peran forsil (forum silaturahmi) pun sebatas publikasi kegiatan di tiap himpunan dan setelah itu dibiarkan mengalir dengan sendirinya. Berbicara tentang EC maka tidak lepas dari peran sistem informasi yang ada di ITB. Saat ini peran informasi yang dipegang terpusat cukup terkelola dengan baik dimana propaganda  saatu ITB cukup terlihat dimana-mana. Namun itu bukan parameter utama, KM ITB masih sulit bersinergi untuk mau toleran dan berbagi dalam penyediaan informasi. Publikasi antar kegiatan seringkali tumpang tindih dan kurang baik dari segi pengemasan. Kemahasiswaan terpusat saat ini baru mampu mengelola informasi kegiatan-kegiatan terpusat dengan sangat baik. Namun belum mampu untuk mengelola informasi dari seluruh unit dan himpunan. Parameter sederhana dapat dilihat dari pengelolaan publikasi tempel yang acak-acakan.</p>
<p><strong>Keprofesian</strong></p>
<p>Pelayanan terkait keprofesian dan pengabdian masyarakat merupakan hal yang cukup baru sebenarnya. Apalagi semenjak adanya Konferensi Mahasiswa mengenai gerakan Community Development dua sektor pelayanan ini menjadi perbincangan hangatdi seantero kampus terutama di setiap himpunan. Pengabdian masyarakat saat ini menjadi tren di setiap himpunan bahkan  program wajib di setiap kepengurusan. Setiap himpunan pun sudah menyadari esensi pengabdian masyarakat yang harus lebih ditingkatkan dari skala services menuju development meskipun masih terbentur dalam perencanaan, dana, dan praktek di lapangan. Berbagai bentuk kerjasama dan jaringan pun sudah mulai terbentuk. Beberapa himpunan sudah ada yang mengadakan pengabdian masyarakat dengan sistem kolaborasi, meskipun tidak banyak. Kelemahannya saat ini adalah kemahasiswaan terpusat seperti himpunan kesekian dalam menjalankan program ini. Program yang terlaksana masih terlihat sporadis dan kurang terkontrol sebagai suatu gerakan. Padahal jika ada pemantauan khusus dari pengabdian masyarakat yag ada di tiap himpunan efeknya akan lebih terlihat seperti gerakan. Karena alangkah sayangnya program yang sudah mendapat apresiasi khusus dari rektorat serta beberapa sponsorship masih terlihat kurang greget. Padahal gerakan ini dapat menjadi isu nasional yang jika diolah dapat mengembalikan kepercayaan bangsa. Untuk keprofesian sebenarnya bukan barang baru di ITB, pengelolaannya pun divariasikan di tiap himpunan. Meskipun bukan barang baru keprofesian terkesan membentuk piramida dimana tahap aplikasi keprofesian (yang sebenarnya sangat diharapkan) diciptakan mahasiswa masih sedikit. Acara keprofesian terbesar masih perhelatan event baik skala nasional maupun internasional yang disusul oleh kompetisi terkait jurusan dan terakhir adalah inovasi murni baru kemudian aplikasi aplikasi.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Unit dan Mahasiswa</strong></p>
<p><strong></strong>Pelayanan terhadap himpunan memang menyita banyak energi. Hampir semua yang ada diatas asosiasinya merupakan himpunan. Pelayanan KM ITB selain himpunan juga terhadap unit dan mahasiswa sendiri. Pelayanan unit biasanya dilakukan untuk memfasilitasi mereka dalam hal penyediaan informasi, kebutuhan sekre, SDM unit, dan birokrasi. Realitanya masih banyak unit yang belum memiliki sekre dan kalopun ada beberapa masih ada yang tidak layak. Forum-forum silaturahmi antar unit saat ini lebih efektif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, mungkin ini dipengaruhi oleh tiadanya senator dari unit sehingga mengandalkan forsil sebagai jembatan aspirasi. Perekrutan SDM unit sampai saat ini masih cukup efektif dengan adanya OHU (Open House Unit) yang diadakan bersama dengan OSKM. Terakhir adalah pelayanan tehadap mahasiswa langsung terkait akademik, advokasi, dan beasiswa. Setiap tahunnya KM ITB selalu disibukan dengan adanya advokasi mahasiswa TPB yang nyaris DO. Saat ini cukup efektif dan tak ada masalah, hanya saja beberapa permasalahan personal mahasiswa sulit ditembus oleh lembaga. Pengelolaan beasiswa saat ini hanya sebatas penyediaan informasi, kadangkala mahasiswa mencari sendiri info tersebut. Padahal masih banyak ruang-ruang beasiswa ITB yang bisa dialirkan kepada orang yang lebih tepat dan membutuhkan. Selain itu orientasi beasiswa masih akademik dan ekonomi belum memberi perhatian khusus kepada orang-orang yang aktif di himpunan dan unit.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anggaitudafi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anggaitudafi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anggaitudafi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anggaitudafi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anggaitudafi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anggaitudafi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anggaitudafi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anggaitudafi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anggaitudafi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anggaitudafi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anggaitudafi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anggaitudafi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anggaitudafi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anggaitudafi.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anggaitudafi.wordpress.com&amp;blog=13033574&amp;post=32&amp;subd=anggaitudafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anggaitudafi.wordpress.com/2011/01/29/realitas-pelayanan-mahasiswa-oleh-km-itb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/497e2dc82091ff5bd01d0ef797b3a282?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anggakusnanqodafi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Realitas Pengembangan Diri di KM ITB</title>
		<link>http://anggaitudafi.wordpress.com/2011/01/29/realitas-pengembangan-diri-di-km-itb/</link>
		<comments>http://anggaitudafi.wordpress.com/2011/01/29/realitas-pengembangan-diri-di-km-itb/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2011 14:25:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anggakusnanqodafi</dc:creator>
				<category><![CDATA[KM-ITB]]></category>
		<category><![CDATA[Himpunan]]></category>
		<category><![CDATA[kabinet]]></category>
		<category><![CDATA[kaderisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[realita]]></category>
		<category><![CDATA[unit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anggaitudafi.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[realita pengembangan diri di KM-ITB Kampus sebagaimana tempat pendidikan lainnya di Indonesia sejatinya merupakan tempat untuk melakukan pengembangan diri. Begitu pun KM ITB yang mewadahi hampir semua unit dan himpunan mahasiswa secara tidak langsung menunjang dalam hal pengembangan diri anggotanya. Hampir di setiap elemen KM –ITB: himpunan, unit, kongres, tim beasiswa, MWA-Wakil Mahasiswa mau tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anggaitudafi.wordpress.com&amp;blog=13033574&amp;post=27&amp;subd=anggaitudafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:left;">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://anggaitudafi.files.wordpress.com/2011/01/blog.jpg"><img class="size-medium wp-image-28 " title="blog" src="http://anggaitudafi.files.wordpress.com/2011/01/blog.jpg?w=300&#038;h=169" alt="" width="300" height="169" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">realita pengembangan diri di KM-ITB</dd>
</dl>
</div>
<p>Kampus sebagaimana tempat pendidikan lainnya di Indonesia sejatinya merupakan tempat untuk melakukan pengembangan diri. Begitu pun KM ITB yang mewadahi hampir semua unit dan himpunan mahasiswa secara tidak langsung menunjang dalam hal pengembangan diri anggotanya. Hampir di setiap elemen KM –ITB: himpunan, unit, kongres, tim beasiswa, MWA-Wakil Mahasiswa mau tidak mau bertanggung jawab atas pengembangan karakter dan diri mahasiswa untuk kehidupan bangsanya. Hakikatnya setiap aktivitas mahasiswa ITB yang dilakukan di setiap elemen KM ITB merupakan wahana pengembangan diri. Karena itu adalah keniscayaan yang pasti ketika mahasiswa ITB aktif di kemahasiswaan maka ia mampu mengembangkan segenap potensi dirinya dengan baik dan terarah.</p>
<p><strong>Realita kaderisasi dari era ke era</strong></p>
<p>Sebelumnya harus dipahami bahwa kaderisasi sendiri merupakan proses pengembangan diri. Namun untuk subjudul dibawah ini saya coba tekankan mengenai kaderisasi yang dipandang sebagai proses penanaman nilai karena setiap organisasi hakikatnya memiliki nilai yang harus ditanamkan dan dijaga hingga akhirnya setiap anggotanya mampu berembang sesuai dengan nilai yang mereka yakini tersebut. Sejak tahun 70-an kaderisasi ITB merupakan kaderisasi terbaik selain kaderisasi PKI dan ABRI. Hal itu bertahan hingga akhirnya Kampus ITB diduduki dan NKK-BKK diberlakukan sehingga DEMA ITB menjadi beku. Kemudian ketika era 80-an wahana kaderisasi yang tadinya terpusat berpindah ke kantong-kantong himpunan. Disana mahasiswa ITB dibentuk sesuai dengan kultur masing-masing himpunan. Karena itu lulusan ITB pada tahun ini memiliki karakteristik yang bervariasi sesuai dengan dimana tempat ia dikader. Meskipun OSKM terpusat masih tetap ada, hingga tahun 90-an kaderisasi di ITB masih dipusatkan di masing-masing himpunan hingga akhirnya reformasi bergulir ketika tahun 98 sebagai puncak gerakan mahasiswa saat itu. Pasca reformasi, kebutuhan akan kemahasiswaan terpusat kembali muncul. Bahkan pada saat ini TPB (Tahap Persiapan Bersama) belum dijuruskan sesuai jurusannya sehingga HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) belum dapat mengambil alih proses kaderisasi</p>
<p>Pasca reformasi, HMJ masih menjadi wadah kaderisasi utama. Bahkan mulai muncul kesadaran kaderisasi sebagai sesuatu yang harus dipertahankan esensinya, bukan hanya sekedar bungkusnya yang kadang menimbulkan polemik internal. Kaderisasi mulai dipahami sebagai suatu pewarisan nilai positif yang harus dipertahankan dan mengikis nilai-nilai negatif yang tak sesuai dengan perkembangan zaman. Karena itulah pada era ini disusunlah GDK sebagai pedoman output kaderisasi ideal. GDK (<em>Grand Design</em> Kaderisasi) yang disusun secara berjenjang yang dilandasi oleh: Tri Dharma Perguruan Tinggi, Konsepsi KM-ITB, AD/ART KM ITB, filosofi pendidikan, sejarah pendidikan, dan ITB sebagai institusi pendidikan. Bentuk GDK tidaklah baku karena masih terlalu ideal dan harapannya masing-masing elemen KM-ITB menjadi sarana untuk mencapai output yang dicantumkan dalam GDK. GDK tidak mengatur hal teknis, apalagi dalam tataran lapangan. Semua mekanisme kaderisasi diserahkan kepada subjek dan objek kaderisasi. GDK hanya menjaga tatanan nilai yang mmendasari pengembangan diri mahasiswa ITB.</p>
<p>Meski begitu, masih ada yang menganggap bahwa GDK hanyalah pepesan kosong. Hanya sebuah draft yang tidak begitu penting. Masih banyak diantara elemen KM ITB yang justru mempertanyakan kembali keutuhan GDK. Padahal sebenernya mereka sendiri belum begitu memahami kenapa harus ada <em>grand design</em>, kenapa harus ada bentuk penjagaan nilai pengembangan diri, dsb.</p>
<p><strong>Lika-liku era sekarang</strong></p>
<p>Saat ini kaderisasi pun mengalami masalah yang cukup menantang dimana tarik-menarik akan gaya-metode lama dan perkembangan zaman. Memang hampir semua lembaga telah meninggalakan gaya lama kaderisasi, namun tidak dapat dipungkiri adanya metode lama yang sebenernya tidak efektif yang masih dipertahankan dengan alasan “sudah budaya kami”. meskipun begitu hampir semua lembaga memahami esensi kaderisasi yang sesungguhnya dan dengan menggunakan metode yang tepat dan bijak. Namun itu tidak menjamin kemudahan dalam hal birokrasi. Mahasiswa tetap saja mengalami kesulitan ketika ingin mengajukan suatu event atau acara kaderisasi mereka hanya karena <em>frame</em> kaderisasi di mata para birokrat kampus (dosen dan perangkat rektorat) masih negatif. Seringkali acara kaderisasi mengalami masalah dalam hal perizinan padahal konten yang diterapkan saat ini berbeda dengan masa lalu ketika kaderisasi bersifat keras dan senioritas. Dari sisi mahasiswa seringkali mereka mengadakan kebohongan kecil mengenai konten acara yang diberikan. Baik itu diganti namanya, ada bagian acara yang dirahasiakan, bahkan ada yang memasukkan peserta kaderisasi sebagai panitia agar terlihat acara bersama. Ini berbahaya karena bisa memunculkan stigma negatif tentang kaderisasi yang terus menerus sedangkan dari sisi mahasiswa akan mengajarkan untuk prinsip berbohong itu pebnting pada kondisi darurat atau bahkan mahasiswa akan memiliki mental penipu dan merekayasa sesuatu yag seharusnya tidak mereka rekayasa <em>red:melanggar hukum</em>. Diperlukan adanya komunikasi dua arah dan kematangan berfikir dari kedua belah pihak mengenai pentingnya kaderisasi. Bagaiamnapun juga, kampus ITB besar karena adanya kaderisasi yang kuat dan kokoh.</p>
<p>Krisis keteladanan juga mulai menjamur di seluk-beluk kampus. Hal ini terjadi ketika seorang pengkader tidak lagi konsisten terhadap apa yang dikatakannya. Hal inilah yang menyebabkan kaderisasi bersifat ceremonial saja tanpa ada perubahan yang menuju kebaikan di setiap generasi. Hanya sekadar <em>event</em> tahunan tanpa memiliki <em>goal</em> yang jelas dalam merubah peradaban bangsa.</p>
<p><strong>Bentuk Kaderisasi Sebagai Sarana Pengembangan Diri</strong></p>
<p>Secara umum bentuk kaderisasi yang ada di masing-masing element KM ITB ada dua. Pertama merupakan kaderisasi <em>event</em>, yang dilakukan dalam suatu acara khusus dan waktu tertentu. Kedua, adalah kaderisasi non-<em>event</em> yang dilakukan selama keaktifan anggota di masing-masing elemen KM ITB.  Kaderisasi <em>event</em> memiliki beberapa kelebihan dikarenakan kultur di beberapa lembaga <em>red:</em>elemen yang cukup mengakar untuk mengadakan kaderisasi seperti ini. Sehingga di setiap kepengurusan lembaga harus proker kaderisasi <em>event</em> atau biasa dikenal dengan osjur (orientasi jurusan) pasi selalu ada dan menjadi sorotan. Selain itu kaderisasi seperti ini dapat diarahkan sehingga terukur, mulai dari perancangan materi, input-proses-output, hingga tataran teknis memiliki parameter-parameter yang cukup jelas. Kemahasiswaan terpusat juga memiliki peran yang sangat penting dalam kaderisasi jenis ini. OSKM (Orientasi Studi Kemahasiswaan Terpusat) berperan -meskipun sebatas impresi- untuk memberikan nilai-nilai kemahasiswaan ITB secara intens. Disinilah seorang mahasiswa yang masih awam tentang dunia kemahasiswaan dipahamkan tentang kampusnya, tentang perannya, tentang posisinya, dan tentang potensinya sebagai mahasiswa.</p>
<p>Namun dalam pemenuhannya seringkali kaderisasi <em>event</em> ini kurang komprehensif dalam hal penanaman nilai. Nilai yang ditanamkan masih berkisar antara kekompakkan, kekeluargaan, militansi sedangkan nilai-nilai kebangsaan, pengabdian masyarakat, dan akademik profesi masih belum ditanamkan di beberapa kaderisasi HMJ (osjur). Bahkan untuk konten rohani pun seperti diabaikan. Idealnya di setiap HMJ memiliki GDK masing-masing yang sesuai dengan kultur dan lingkungannya, yang juga berpijak dengan GDK pusat KM ITB</p>
<p>Hal utama yang harus dievaluasi adalah ketika kaderisasi di KM ITB masih berkutat pada output kaderisasi dibandingkan proses kaderisasi. Padahal orientasi output akan dapat mengabaikan potensi kader yang tumbuh ketika itu. Orientasi output juga akan mengabaikan kader-kader yang sebenernya potensial namun belum matang. Sedangan melalui orientasi proses kita tidak akan tergantung oleh input kader yang ada sehingga lebih menitikberatkan terhadap sistem kaderisasi yang harus selalu dinamis. Apapun kader yang masuk, mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri sebaik-baiknya.</p>
<p>Bentuk kaderisasi yang kedua merupakan kaderisasi non-<em>event</em>. Kaderisasi ini dilakukan di masing-masing HMJ yang secara kultural dan dalam jangka waktu yang lebih lama. Implementasinya seperti magang, kepanitiaan di suatu lembaga (HMJ,Unit,Kabinet), acara keprofesian dan kajian-kajian di masing-masing lembaga. Kaderisasi ini sangat penting mengingat disinilah sesungguhnya mahasiswa akan mengalami pengembangan diri yang sebenarnya. Mereka akan mengaplikasikan nilai-nilai yang diberikan selama kaderisasi yang bersifat <em>event</em> dalam dunia nyata. Konsistensi mahasiswa serta</p>
<p style="text-align:center;">&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anggaitudafi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anggaitudafi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anggaitudafi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anggaitudafi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anggaitudafi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anggaitudafi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anggaitudafi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anggaitudafi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anggaitudafi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anggaitudafi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anggaitudafi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anggaitudafi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anggaitudafi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anggaitudafi.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anggaitudafi.wordpress.com&amp;blog=13033574&amp;post=27&amp;subd=anggaitudafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anggaitudafi.wordpress.com/2011/01/29/realitas-pengembangan-diri-di-km-itb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/497e2dc82091ff5bd01d0ef797b3a282?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anggakusnanqodafi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anggaitudafi.files.wordpress.com/2011/01/blog.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">blog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inspirasi Mudik 1431 H</title>
		<link>http://anggaitudafi.wordpress.com/2010/09/22/inspirasi-mudik-1431-h/</link>
		<comments>http://anggaitudafi.wordpress.com/2010/09/22/inspirasi-mudik-1431-h/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2010 08:59:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anggakusnanqodafi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita kecil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anggaitudafi.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini didesikasikan bagi jiwa-jiwa yag memiliki ketulusan penuh dalam berjuang dan tak kenal pamrih 11-9-10 Saat itu merupakan perjalanan kami sekeluarga pulang ke Tangerang. Setelah selama kurang lebih 2 hari kami mudik ke Banjarwangi, Desa Kadongdong. Perjalanan ke Banjarwangi cukup beresiko (lebay juga sh), tikungan yang tajam disertai turunan-tanjakan terjal berliku merupakan tantangan para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anggaitudafi.wordpress.com&amp;blog=13033574&amp;post=21&amp;subd=anggaitudafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini didesikasikan bagi jiwa-jiwa yag memiliki ketulusan penuh dalam berjuang dan tak kenal pamrih</p>
<p>11-9-10<br />
Saat itu merupakan perjalanan kami sekeluarga pulang ke Tangerang. Setelah selama kurang lebih 2 hari kami mudik ke Banjarwangi, Desa Kadongdong. Perjalanan ke Banjarwangi cukup beresiko (lebay juga sh), tikungan yang tajam disertai turunan-tanjakan terjal berliku merupakan tantangan para pemudik setiap tahunnya, ditambah ancaman tanah longsor dan pohon tumbang yang menghantui para pengguna jalan. Desa Kadongdong berada di kecamatan Banjarwangi, suatu kecamatan yang cukup unik dan spesial, karena berada di kawasan lembah yang dikelilingi perbukitan dan gunung di sekitarnya, menjadikan kawasan ini seperti terisolir dari dunia luar. Untuk menuju kesana hanya ada satu akses lalu intas yang dilewati yaitu jalur yang biasa ditempuh oleh mobil elf dengan trayek Garut-Singajaya. jalur yang menuju ke arah selatan kota Garut, hampir searah dengan Kec. Pamengpeuk yang akhirnya dipisahkan sebuah pertigaan di daerah Cikajang. Seandainya dari arah Garut, belok kanan adalah ke Pameungpeuk maka belok kiri adalah ke arah Banjarwangi.</p>
<p>Seperti biasa jalan yang kami lewati merupakan jalan berkelok sempit dengan tebing yang cukup curam di sampingnya, bahkan kamipun sampai meminta bantuan kepada sanak saudara yang lebih berpengalaman menghadapi rintangan jalan untuk mengendarai mobil kami. Ketika berangkat mudik kemarin sebenarnya kami melewati bekas lelehan tanah longsor yang menimpa jalan dan hampir menutup separuh jalan, untungnya saat itu kami berangkat pada dini hari sehingga  kami mampu melewati daerah longsor tersebut sengan aman dan lancar. sampai H+2 lebaran kami mendengar kabar bahwa daerah tersebut masih rentan longsor, bahkan agar bisa dilewati dengan aman jalan tersebut diberlakukan sistem buka-tutup yang berpengaruh hingga radius 2,5 km (bayangkan 2,5 km ini dalam jalanan yang berkelok dan sempit, bukan jalan lurus seperti di kota). Konsekuensi logis yang harus kami terima dengan situasi tersebut adalah terhambat macet akibat sistem buka tutup. akhirnya kami pun tiba di lokasi, dalam radius kira-kira 1,5 km dari pusat longsor mobil kami terhenti disana. Terihat beberapa mobil dengan plat dari kota-kota di luar Garut yang berada di depan, belakang, maupun yang bergerak dari arah berlawanan. Kadangkala orang yang berada di mobil-mobil tersebut adalah teman atau sanak saudara kami yang kebetulan sama-sama mudik di dtempat yang sama, sehingga ketika ada mobil kami saling berpapasan tak heran kami pun saling mengamati satu sama lain berharap di mobil tersebut ada yang kami kenal. Sungguh ini merupakan pemandangan yang menarik bagiku.</p>
<p>Selang beberapa menit, tiba-tiba mobil yang harusnya berjalan dari arah lawan tiba-tiba terhenti, terang saja kami bingung dan cemas. Posisi deadlock tidak dapat kemana-mana. Selidik demi selidik ternyata itu disebabkan oleh para pengguna motor dari jalan yang ditutup (yang searah dengan mobil kami) tidak mau bersabar untuk menunggu dan berhenti. para pengguna motor tersebut menerobos ruas jalan berlawanan yang dibuka. hal ini menyebabkan jalan menjadi sempit dan macet, padahal ukuran jalan tersebut berbeda dari jalan yang ada di perkotaan yang relatif besar, sehingga ketika ruas jalan yang seharusnya dipakai oleh mobil di arah berlawanan diserobot motor maka kemacetanlah yang terjadi, padahal sudah diminta berhenti di jalur yang seharusnya.</p>
<p>Sedikit kesal memang melihat kejadian di atas, namun kekesalan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan jerih payah para relawan yang mengatur barisan mobil agar tertib. relawan inilah yang membuatku terhenyak dan kagum, disaat mereka seharusnya berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara ternyata mereka harus melayani masyarakat yang beum tentu masyarakat mau menghargai mereka. yang paling mengejutkan relawan ini terdiri dari berbagai elemen masyarakat seperti polisi, TNI, maupun masyarakat sekitar. Terlepas dari sebagian elemen tersebut ini merupakan tugas wajib bagiku ini adalah suatu bentuk pengorbanan dan kerelaan. Longsor ini sudah terjadi sebelum lebaran, dan sekarang sudah H+2 artinya mereka (red relawan) sudah cukup lama terjun di lapangan. Berkali-kali beberapa relawan dibuat kesal dengan ulah pengendara motor yang selalu menyerobot sehingga jalan terhambat, namun mereka tetap santun dan beretika ketika memberi peringatan dan teguran. Saya saja yang baru sebentar tertahan disana cukup geram dengan ulah pengendara motor. seandainya saja saya tidak berpendidikan maka kata-kata binatang sudah keluar dari mulutku.</p>
<p><em>(sepintas saya teringat akan pengorbanan para panitia OSKM 2010 yang mengorbankan waktu liburnya hanya untuk menyukseskan kaderisasi ITB, terima kasih kawan rindu berjuang bersama kalian)</em></p>
<p>Mungkin kita kesal dengan ulah beberapa oknum TNI dan Polisi yang mencemarkan keluhuran institusinya seperti mafia hukum, mafia jalanan, pelecehan seksual. Namun patutlah kita berbangga pada beberapa diantara mereka yang masih setia berprinsip layaknya ksatria dalam membantu masyarakat. Sempat kulihat senyum santun salah seorang relawan yang berbaju TNI ke arah mobil kami untuk mempersilahkan jalan. Hal itu membuatku terharu, bisa-bisanya dalam kondisi itu mereka masih memberikan senyum. Padahal di sekitar mereka masih saja ada oknum masyarakat -pengendara yang menyerobot jalan- yang tidak menghargai jerih mereka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anggaitudafi.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anggaitudafi.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anggaitudafi.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anggaitudafi.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anggaitudafi.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anggaitudafi.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anggaitudafi.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anggaitudafi.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anggaitudafi.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anggaitudafi.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anggaitudafi.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anggaitudafi.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anggaitudafi.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anggaitudafi.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anggaitudafi.wordpress.com&amp;blog=13033574&amp;post=21&amp;subd=anggaitudafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anggaitudafi.wordpress.com/2010/09/22/inspirasi-mudik-1431-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/497e2dc82091ff5bd01d0ef797b3a282?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anggakusnanqodafi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pertolongan Allah (ringkasan khutbah)</title>
		<link>http://anggaitudafi.wordpress.com/2010/08/21/pertolongan-allah-ringkasan-khutbah/</link>
		<comments>http://anggaitudafi.wordpress.com/2010/08/21/pertolongan-allah-ringkasan-khutbah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 09:36:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anggakusnanqodafi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anggaitudafi.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Bismilahirahmanirrahim Pertolongan Allah pada dasarnya ada dua. Berdasarkan literasi yang ada dalam Alquran, kata pertolongan Allah berasal dari kata nashara, yanshuru, nashran. Dan didalam Alquran secara keseluruhan terbagi menjadi dua yaitu nashrullah (pertolongan Allah) dan nashrumminallah (pertolongan dari Allah). Nashrullah merupakan pertolongan Allah yang didalmnya tidak perlu ada keterlibatan kita, atau peran kita manusia untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anggaitudafi.wordpress.com&amp;blog=13033574&amp;post=16&amp;subd=anggaitudafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismilahirahmanirrahim</p>
<p>Pertolongan Allah pada dasarnya ada dua. Berdasarkan literasi yang ada dalam Alquran, kata pertolongan Allah berasal dari kata nashara, yanshuru, nashran. Dan didalam Alquran secara keseluruhan terbagi menjadi dua yaitu nashrullah (pertolongan Allah) dan nashrumminallah (pertolongan dari Allah). Nashrullah merupakan pertolongan Allah yang didalmnya tidak perlu ada keterlibatan kita, atau peran kita manusia untuk berikhtiar. Artinya Allah akan tetap memberikan pertolongan tersebut tidak perduli kita bersalah atau tidak, contohnya adalah denyut jantung yang tak pernah mati, mata yang masih bisa melihat, aliran darah yang tak pernah mati. Kita tidak perlu berikhtiar lebih untuk memperjuangkan itu, Allah SWT dengan kasih sayangnya akan selalu memberikan nikmat tersebut tanpa kenal henti kecuali bila Dia berkehendak lain.</p>
<p>Nashrumminallah merupakan pertolongan Allah yang datang dimana terdapat satu ikhtiar manusia untuk memperoleh hal tersebut, misal ketika kita ingin lulus cumlaude dan kita berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan gelar tersebut maka pertolongan Allah adalah harapan kita bisa terkabul. Dengan demikian ada bagian dari diri kita untuk memperjuangkan hal tersebut melalui doa dan ikhtiar yang tulus. Setelah kita berusaha dan berdoa sebaik mungkin maka sesungguhnya pertolongan Allah itu semakin dekat dan beruntunglah hamba yang dikarunia pertolongan tersebut.</p>
<p>Sejarah kenabian telah membuktikan bahwasanya pertolongan Allah itu selalu datang ketika klimaks dari suatu perjuangan. Salah satu Mu’jizat Nabi Ibrahim a.s misalnya datang ketika beliau hendak dibakar oleh raja Namrudz yang kemudian api menjadi dingin karena perintah Allah. Mu’jizat Nabi Musa untuk membelah lautan datang ketika Nabi Musa a.s beserta kaumnya terdesak dalam kejaran firaun. Hijrah  Rasullullah SAW pun datang ketika umat muslim saat itu mengalami puncak penindasan oleh kaum kafir Quraisy.</p>
<p>Pertolongan Allah itu menandakan dua hal, pertama itu merupakan keberkahan dari Allah SWT. Keberkahan merupakan kebaikan yang memiliki nilai plus, suatu peristiwa dikatakan berkah jika memiliki kebaikan yang terus mengalir. Dan setiap keberkahan pasti mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Sakit itu akan menjadi berkah jika ternyata dengan sakitnya diri kita, kita menjadi bertobat dan mengambil pelajaran lebih. Nilai ujian kita kecil tapi hasil jujur, itu lebih berkah dan tenang di hati dibandingkan nila A hasil nyontek. Kedua pertolongan Allah itu menandakan dimaqbulnya doa kita, artinya harapan kita dipenuhi oleh Allah SWT. Bahkan bisa jadi bukan doa kita sebenernya dikabulkan, bisa jadi karena penghalang kita dengan Allah SWT terlalu tebal sehingga doa kita tidak sampai melainkan doa orang-orang yang menyayangi kita yang dikabulkan. Doa orang-orang yang pernah kita tolong yang ternyata dikabulkan Allah SWT. Karena itu tetaplah terus berbuat baik kepada sesama tanpa kenal lelah dan pamrih. Selain itu doa orang tua merupakan item penting ketika ingin mengharapkan pertolongan Allah SWT. Ridho orang tua merupakan ridho Allah karena kasih sayang orang tua tak kan pernah tergantikan.</p>
<p><em>Ringkasan khutbah Jum’at 20 September 2010 oleh Ust Aam Amirudin @masjid Salman ITB</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anggaitudafi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anggaitudafi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anggaitudafi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anggaitudafi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anggaitudafi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anggaitudafi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anggaitudafi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anggaitudafi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anggaitudafi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anggaitudafi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anggaitudafi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anggaitudafi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anggaitudafi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anggaitudafi.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anggaitudafi.wordpress.com&amp;blog=13033574&amp;post=16&amp;subd=anggaitudafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anggaitudafi.wordpress.com/2010/08/21/pertolongan-allah-ringkasan-khutbah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/497e2dc82091ff5bd01d0ef797b3a282?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anggakusnanqodafi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seribu Jalan Menuju Pamengpeuk (Part 1)</title>
		<link>http://anggaitudafi.wordpress.com/2010/04/25/seribu-jalan-menuju-pamengpeuk-part-1/</link>
		<comments>http://anggaitudafi.wordpress.com/2010/04/25/seribu-jalan-menuju-pamengpeuk-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 11:45:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anggakusnanqodafi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Backpacker]]></category>
		<category><![CDATA[diklatsar]]></category>
		<category><![CDATA[KORSA]]></category>
		<category><![CDATA[Pameungpeuk]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Relawan]]></category>
		<category><![CDATA[Salman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anggaitudafi.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu Jum&#8217;at yang cukup melelahkan kurang tidur, kurang istirahat, kurang makan, kurang ganteng (yang ini ngga sih) sudah menjadi rutinitas.Namun pagi itu merupakan sesuatu yang spesial dan memang ternyata menjadi spesial. Dikaltsar KORSA minggu terakhir merupakan momen yang dinanti, tiga minggu sebelumnya diriku tak pernah bisa ikut secara optimal. Mulai dari sakit, pengamatan mikroba, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anggaitudafi.wordpress.com&amp;blog=13033574&amp;post=11&amp;subd=anggaitudafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi itu Jum&#8217;at yang cukup melelahkan kurang tidur, kurang istirahat, kurang makan, kurang ganteng (yang ini ngga sih) sudah menjadi rutinitas.Namun pagi itu merupakan sesuatu yang spesial dan memang ternyata menjadi spesial. Dikaltsar KORSA minggu terakhir merupakan momen yang dinanti, tiga minggu sebelumnya diriku tak pernah bisa ikut secara optimal. Mulai dari sakit, pengamatan mikroba, sampai syukuran milad menjadi kerikil-kerikil dalam perjuangan.</p>
<p>&#8220;kalian akan diberangkatkan dengan biaya Rp.20.000 ke Pamengpeuk, tidak boleh memakai uang prib<span id="more-11"></span><!--more--><!--more--><!--more--><!--more-->adi, hanya boleh memakai uang dari panitia sebesar yang bersngkutan&#8221; sahut panitia dengan lantang</p>
<p>&#8220;gila&#8221; pikirku, &#8220;masa iya, setahuku Garut bandung saja sudah 10-15rb,,belum Garut-Pamengpeuknya ga mungkin cuma 5 rb&#8221;,</p>
<p>Entah mengapa hatiku membangkang terhadap pikiranku sendiri, jantungku berdegup seirama dengan sekresi adrenalin yang juga meninggikan bulu romaku</p>
<p>&#8220;aku tertantang&#8221;, pekikku dalam hati.</p>
<p>Terlebih ketika panitia membuat ini menjadi kompetisi antar kelompok, siapa yang sampai sebelum jam 5 sore di Pamengpeuk dan dengan biaya terkecil, dialah yang menang. Biaya itu pun hanya dihitung dari ongkos saja, uang makan dibebaskan.</p>
<p>&#8220;silahkan kalian merencanakan strategi sebelum diberangkatkan dengan sistem reli&#8221;pekik panitia.</p>
<p>Saat itu aku merupakan ketua Tim dari kelompok satu, kelompok yang terdiri dari 4 orang termasuk diriku, dua orang akhwat yaitu teh Endah dan TEh Dhea dan satu orang Ikhwan jurusan geologi ITB, taufiq.<br />
Jujur mereka adalah orang yang baru pertama kali kukenal, bahkan diantaranya baru pertama kali bertemu. Meskipun sudah diklat yang keempat bukan jaminan kami saling mengenal dengan baik peserta diklatsar mungkin karena kehadiran diriku yang tak optimal dan juga kami yang kebetulan tidak pernah jodoh dalam setiap diklat.</p>
<p>Namun seJujurnya itu bukan masalah, kedekatan kami mengalir begitu saja (mungkin karena kondisi juga). Dalam sekejap aku sendiri suah bisa menggambarkan kepribadian mereka meski secara subjektif, teh Endah seorang akhwat yang cukup apik dan cair setelan celana panjangnya sudah membuatku yakin kalau dia siap terjun dilapangan. Teh dhea akhwat yang cair dan supel juga, setelan rok panjang khas akhwat tidak menghambatnya untuk terus bergerak. Taufiq, awalnya aku mengira dia pendiam namun dia salah satu ikhwan yang tangguh dengan segala kesiapan logistiknya yang mendukung selama perjalanan.</p>
<p>Rencana pun dimatangkan, awalnya kami benar-benar tidak memiliki solusi pasti mengenai arah rute yang cocok, dan sesuai dengan ongkos. Beruntung kami merupakan kelompok terakhir yang diberangkatkan. Di penghujng terakhir akhirnya kami mendaptkan info yang cukup valid dari seorang yang sangat kupercaya,Mang asep, (nuhun nya mang) kami bisa mendapat rute dengan tarif 4300 rupiah aja menuju Garut, caranya dngan naik bis ekonomi Dipati Ukur-Jatinangor turun di Cilenyi kemudian dilanjutkan dengan menaiki bis PRIMAJASA LEbak Bulus-Garut -harus PRIMAJASA- dengan tarif 3rbu.</p>
<p>Akhirnya dengan semangat menggebu-gebu kami memulai perjalanan kami menuju Dipati Ukur dengan berjalan kaki, untaian asma Allah mengiringi langkah kecil kami. Kecil memang dibandingkan ddengan hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah yang menjadi salah saat momentum perjuangan Rasulullah menegakkan <em>illah</em> ini. Kami pun berharap ini menjadi momentum dalam untaian kerja dakwah kami, yang dapat menjadi penyemangat untuk terus bergerak.</p>
<p><strong>DIpati Ukur, &#8220;keputusan cepat meskipun salah lebih baik daripada keputusan benar tetapi lambat&#8221;</strong></p>
<p>Puncak MPR (Monumen Perjuangan Rakyat) yang megah terlihat. Berdiri kokoh dan tegak di depan kampus Padjdjaran, Monumen itu menyambut langkah kami sekaligus menandakan kepada kami bahwa Dipati Ukur telah kami injak tanahnya. BUs bertuliskan Dipati Ukur-Jatinangor pun terlihat, sekejap membuat hati kami senang, namun kesenangan itu hanya sesaat karena kami tidak melihat adanya jendela yang terbuka disamping bus yang menandakan bahwa bus itu merpakan bus AC bukan bu Ekonomi yang tarifnya lebih murah</p>
<p>&#8220;pak kalo ke Cileunyi berapa y?&#8221;, tanyaku<br />
&#8220;4500 d,,sama kaya ke Jatinangor&#8221;,jawab pak supir</p>
<p>huh kami menarik nafas dalm-dalam, berusaha menenangkan diri karena hal ini akan merusak semua rencana kita. kami berusaha tenang dengan menunggu bis selanjutnya. Harapan kami terkabul, Alhamdulillah kami melihat tiga bus di belakang, tapi yang jadi masalahnya semua bus tersebut juga bus AC dengan tarif yang sama mahalnya dengan bus yang sebelumnya&#8230;waduhhh</p>
<p>Di tengah kegalauan,kami pun berfikir kembali mengenai rencana kami, seandainya kami harus menunggu ampai bus ekonomi muncul tak akan menjamin kami sampai tujuan tepat pada waktunya. Begitu juga seandainya kami harus mengeluarkan ongkos 4500 d awal, tak ada kepastian uang akan cukup sampai Pamengpeuk. Di tengah-tengah diskusi tiba-tiba bus pertama berjalan perlahan meninggalkan kami yang saat itu berada diluar pintu.</p>
<p>Akhwat (entah teh DHEa aau TEh Endah ) berkata</p>
<p>&#8220;yaudah naik ini aja mending&#8221;,Tanpa pikir panjang lagi kami pun langsung loncat kearah bis dan langsung naik</p>
<p>&#8220;sekarang kita kehilangan Rp. 4500/ orang&#8221; keluhku dalam hati.</p>
<p>Di bus, jangankan untuk tidur, untuk duduk pun aku masih tak ingin sengaja aku taruh tas carrier ku yang bear dan berat di kursi sehingga aku tak bisa duduk leluasa. Konflik batin melanda antara benar atau tidaknya keputusan yang diambl. Sadar itu bukan solusi, kualihkan segera energiku untuk memikirkan rencana selanjutnya</p>
<p>&#8220;mau g mau harus naik truk atau cari tebengan gratis ke Garut&#8221;<br />
pikirku secara optimis</p>
<p><strong>Cileunyi</strong><br />
<strong> &#8220;Pertolongan Allah itu datang pada saat yang tepat&#8221;</strong></p>
<p>&#8220;Garut-Garut, ,,a bade ke garut??!!&#8221; teriak kondektur menawarkan jasa dengan penuh semangat<br />
&#8220;berapaan kang ke Garut? &#8221; tanya ku<br />
&#8220;biasa lah 15 rbu&#8217;, jawab kondektur<br />
&#8220;wah g bisa kurang kang?&#8221;<br />
&#8220;mau berapa??sok aja ditawar&#8221;, balas kondektur penuh semangat<br />
&#8220;tiga ribu gimana?&#8221;jawabku cepat<br />
tanpa pikir panjang sang kondektur pulangsung meninggalkan kami. Sudah tiga kondektur yang menawarka kami dan reaksi yang sama pun diungkapkan ktika kami menawarkan harga tigaribu<br />
mungkin harga yang kami tawar sangat rendah, jelas sangat rendah. Tarif yang lumrah Cileunyi Garut adalah 5000-10000, itupun sudah termasuk murah. Memang kami tidak punya banyak pilihan, uang kamitinggal 15000 per orang dan itu sangat kurang untuk mencapai Pamengpeuk.<br />
Kala itu waktu menunjukkan jam 11 siang, matahari semakin meninggi dan ransel yang kami bawa pun masih berat penuh dengan kepenuhan logistik. Untuk menghindari kelelahan kami pun berjalan dala satu banjar dengan diriku sebagai terdapan dan taufiq paling belakang, mungkin aku menamainya &#8220;Formasi Kencana&#8221;. Formasi dimana laki-laki melindungi perempuan. Formasi ini sangat khas, karena laki-laki yang notabene-nya memiliki kekuatan lebih harus berada di barisan paling luar melindungi wanita.</p>
<p>(bersambung)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anggaitudafi.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anggaitudafi.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anggaitudafi.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anggaitudafi.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anggaitudafi.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anggaitudafi.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anggaitudafi.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anggaitudafi.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anggaitudafi.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anggaitudafi.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anggaitudafi.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anggaitudafi.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anggaitudafi.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anggaitudafi.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anggaitudafi.wordpress.com&amp;blog=13033574&amp;post=11&amp;subd=anggaitudafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anggaitudafi.wordpress.com/2010/04/25/seribu-jalan-menuju-pamengpeuk-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/497e2dc82091ff5bd01d0ef797b3a282?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anggakusnanqodafi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengejarmu Saudaraku</title>
		<link>http://anggaitudafi.wordpress.com/2010/04/09/mengejarmu-saudaraku/</link>
		<comments>http://anggaitudafi.wordpress.com/2010/04/09/mengejarmu-saudaraku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Apr 2010 07:56:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anggakusnanqodafi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anggaitudafi.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Kawan,tahukah kau? sejak kecil aku terlahir tidak dengan kesempurnaan aku dilahirkan dengan kesusahan diiringi kecemasan Kawan,tahukah kau? sejak kecil aku penakut bahkan terhadap semut masih teringat ketika masa imut jangankan jalan sendiri naik becak pun tak berani padahal rumah hanya beberapa senti kawan, tahukah kamu? dulu aku ini cengeng dengan suara cempreng sering menangis tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anggaitudafi.wordpress.com&amp;blog=13033574&amp;post=7&amp;subd=anggaitudafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Kawan,tahukah kau?</em></p>
<p style="text-align:center;">sejak kecil aku terlahir tidak dengan kesempurnaan</p>
<p style="text-align:center;">aku dilahirkan dengan kesusahan</p>
<p style="text-align:center;">diiringi kecemasan</p>
<p style="text-align:center;">
<p><em>Kawan,tahukah kau?</em></p>
<p style="text-align:center;">sejak kecil aku penakut</p>
<p style="text-align:center;">bahkan terhadap semut</p>
<p style="text-align:center;">masih teringat ketika masa imut</p>
<p style="text-align:center;">jangankan jalan sendiri</p>
<p style="text-align:center;">naik becak pun tak berani</p>
<p style="text-align:center;">padahal rumah hanya beberapa senti</p>
<p style="text-align:center;">
<p><em>kawan, tahukah kamu?</em></p>
<p style="text-align:center;">dulu aku ini cengeng</p>
<p style="text-align:center;">dengan suara cempreng</p>
<p style="text-align:center;">sering menangis tak jelas</p>
<p style="text-align:center;">bahkan tanpa sebab yang pas</p>
<p style="text-align:center;">olok-olokan merupakan makanan</p>
<p style="text-align:center;">buah dari kepolosan</p>
<p style="text-align:center;">
<p><em>kawan, tahukah kamu?</em></p>
<p style="text-align:left;">bagaimana aku bisa menjadi seperti ini</p>
<p style="text-align:left;"><em>tahukah kamu?</em></p>
<p>bagaimana insan ini</p>
<p>menjadi Angga Kusnan Qodafi</p>
<p style="text-align:center;">aku berusaha setengah mati</p>
<p style="text-align:center;">membangkitkan kompetensi</p>
<p style="text-align:center;">ketika kalian berhenti</p>
<p style="text-align:center;">kucoba tuk terus berlari</p>
<p style="text-align:center;">meski akhirnya tanpa prestasi</p>
<p style="text-align:center;">tapi bagiku itu berarti</p>
<p style="text-align:center;">
<p>aku tak perduli dengan prestasi yang sudah kalian toreh sebelum ini</p>
<p>aku juga tak peduli dengan jumlah tulisan yang kalian hasilkan</p>
<p><em>trophy</em> juara yang sudah dipajang</p>
<p>penghargaan yang diterima</p>
<p>aku tidak akan berhenti mengejar kalian</p>
<p>mengejar kalian dalam menggapai <strong>cinta-Nya</strong></p>
<p style="text-align:center;">cinta yang telah membuat energiku teraktivasi</p>
<p style="text-align:center;">cinta yang membuat diri ini be-revolusi</p>
<p style="text-align:center;">cinta yang membentuk resolusi</p>
<p>untuk terus <strong>berlari</strong></p>
<p>di atas tulisan ini aku berkomitmen</p>
<p>KOMITMEN terhadap DIRI</p>
<p>untuk terus meraih PRESTASI</p>
<p>,,,duniawi &amp; ukhrawi,,,</p>
<p>mengejar ketertinggalan</p>
<p>dan menjadikan</p>
<p style="text-align:center;">KEMATIAN</p>
<p style="text-align:center;">sebagai</p>
<p style="text-align:center;">PERISTIRAHATAN</p>
<p style="text-align:center;">SYURGA</p>
<p style="text-align:center;">sebagai</p>
<p style="text-align:center;">KAMARNYA</p>
<p style="text-align:center;">dan</p>
<p style="text-align:center;">AMAL</p>
<p style="text-align:center;">sebagai</p>
<p style="text-align:center;">TEMAN</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anggaitudafi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anggaitudafi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anggaitudafi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anggaitudafi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anggaitudafi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anggaitudafi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anggaitudafi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anggaitudafi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anggaitudafi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anggaitudafi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anggaitudafi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anggaitudafi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anggaitudafi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anggaitudafi.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anggaitudafi.wordpress.com&amp;blog=13033574&amp;post=7&amp;subd=anggaitudafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anggaitudafi.wordpress.com/2010/04/09/mengejarmu-saudaraku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/497e2dc82091ff5bd01d0ef797b3a282?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anggakusnanqodafi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://anggaitudafi.wordpress.com/2010/04/09/3/</link>
		<comments>http://anggaitudafi.wordpress.com/2010/04/09/3/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Apr 2010 01:04:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anggakusnanqodafi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anggaitudafi.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Kasurku maafkan aku karena sudah lama tak menjamah mu Kasurku maafkan aku aku lebih memilih tidur beralaskan tikar dan debu daripada bermewah-mewahan dengan mu Kasurku Maafkan aku engkau memang empuk tapi mampu memperlemah militansiku Kasurku Maafkanku karena dinginnya lantai lebih kucintai daripada hangatnya dirimu Kasurku Maafkan aku engkau memang mampu membuatku lelap terlayu termasuk keimananku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anggaitudafi.wordpress.com&amp;blog=13033574&amp;post=3&amp;subd=anggaitudafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kasurku</p>
<p>maafkan aku<br />
karena sudah lama tak menjamah mu</p>
<p>Kasurku</p>
<p>maafkan aku<br />
aku lebih memilih tidur beralaskan tikar dan debu<br />
daripada bermewah-mewahan dengan mu</p>
<p>Kasurku</p>
<p>Maafkan aku<br />
engkau memang empuk<br />
tapi mampu memperlemah militansiku</p>
<p>Kasurku</p>
<p>Maafkanku<br />
karena dinginnya lantai lebih kucintai daripada hangatnya dirimu</p>
<p>Kasurku</p>
<p>Maafkan aku<br />
engkau memang mampu membuatku lelap terlayu<br />
termasuk keimananku</p>
<p>Kasurku<br />
suatu saat nanti aku akan menyentuhmu<br />
tapi mungkin kala itu aku tak SENDIRI</p>
<p><ins datetime="2010-04-08T14:11:47+00:00"></ins></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anggaitudafi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anggaitudafi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anggaitudafi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anggaitudafi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anggaitudafi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anggaitudafi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anggaitudafi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anggaitudafi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anggaitudafi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anggaitudafi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anggaitudafi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anggaitudafi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anggaitudafi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anggaitudafi.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anggaitudafi.wordpress.com&amp;blog=13033574&amp;post=3&amp;subd=anggaitudafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anggaitudafi.wordpress.com/2010/04/09/3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/497e2dc82091ff5bd01d0ef797b3a282?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anggakusnanqodafi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://anggaitudafi.wordpress.com/2010/04/08/hello-world/</link>
		<comments>http://anggaitudafi.wordpress.com/2010/04/08/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 14:08:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anggakusnanqodafi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anggaitudafi.wordpress.com&amp;blog=13033574&amp;post=1&amp;subd=anggaitudafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anggaitudafi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anggaitudafi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anggaitudafi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anggaitudafi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anggaitudafi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anggaitudafi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anggaitudafi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anggaitudafi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anggaitudafi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anggaitudafi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anggaitudafi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anggaitudafi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anggaitudafi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anggaitudafi.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anggaitudafi.wordpress.com&amp;blog=13033574&amp;post=1&amp;subd=anggaitudafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anggaitudafi.wordpress.com/2010/04/08/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/497e2dc82091ff5bd01d0ef797b3a282?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anggakusnanqodafi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
